PEMERINTAH desa (pemdes) di Kabupaten Belu, didorong memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang proses penyelenggaraan pemerintahan desa atau e-Government, salah satunya melalui website desa.
Dengan adanya website desa diharapkan mampu menunjang pelayanan di desa, seperti aplikasi penyusunan e-Proposal, e-Siskamling, e-Perpustakaan, e-Commerce, agenda desa hingga publikasi kegiatan desa.
“Saat ini di Kab Belu menggarap 81 orang di 12 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Belu. Kami mendampingi desa agar mampu mengelola website dan sistem informasi manajemen desa,” ungkap Salah Satu peserta di sela-sela sosialisasi dan bimbingan teknis Pengelolaan Website Desa di Aula SMKN 1 Atambua, Kamis (16/03/2023) siang.
Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Pembangunan ini bertujuan untuk memfasilitasi desa dalam agar bisa menyampaikan keterbukaan informasi pembangunan desa.
Dalam acara yang diselenggarakan selama dua hari ini, pihaknya mengisi dengan empat materi. Keempat materi tersebut adalah, pengantar website desa, pengelolaan website desa, pelatihan jurnalistik, dan pelatihan internet marketing.
Pihaknya sengaja menghadirkan materi pelatihan jurnalistik karena admin desa kerap kebingungan untuk mengisi website desa, terutama soal pemberitaan desa.
“Website itu kan tidak hanya satu arah, tapi dua arah. Karena ada partisipasi dari masyarakat, makanya kami menyiapkan beberapa aplikasi berbasis Android untuk memudahkan komunikasi pemerintah desa dengan masyarakatnya,” beber sicewek Pendek dan cantik ini asal Desa Raifatus
Peserta bimtek, nandes mengaku, acara ini sangat bermanfaat bagi desa-desa yang dalam penyelenggarannya harus transparan dan terbuka kepada publik.
Nanades dari Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk ini berharap, dengan diadakan acara ini mudah-mudahan desa bisa memaparkan hasil kerja, program dan lainnya. Karena di era transparansi ini semua kegiatan pemerintah, termasuk desa harus dipublikasi.
“Acara ini bagus sangat meriah dan menambah kemampuan. Saya harap tidak hanya di sini tapi ada tindaklanjut dari acara ini. Jadi jangan sampai website ini dibuat, tapi kurang dimanfaatkan karena kendala SDM,” terang Nandes.
Senada disampaikan Abang Lipus dari Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bagus untuk menambah pengetahuan para prades.
Mengenai pelatihan jurnalistik, kata dia, materi tersebut sangat membantu prades untuk menyusun sebuah berita yang baik.
“penuh bersukur bahwa sosialisasi tadi sangat membantu bagi kami. Kami tahu bagaimana caranya meng-update kejadian di desa kami agar masyarakat bisa cepat merespon dan mengerti kinerja pemerintahan desa,” ujarnya.kegiatan ini dihadiri peserta dari 69 Desa dan 12 Kelurahan,dan kegiatan yang dimaksud diselenggarakan langsung oleh Dinas PMD dan Dinas Kominfo Kabupaten belu secara resmi selama 2 Hari.sekian info lengkap dari Peserta Desa Tsaain,editor by Nandes Wau